Selasa, 22 Juni 2021

7 Bulan Tak Terima Insentif, Nakes Deadline Bulan Depan

Angkasanews.id-
Kamis, 28 Januari 2021 | 02:39WIB
1 menit baca
perwakilan nakes
16859678893602362891

BENGKULU – Para tenaga kesehatan (nakes) baik perawat dan tenaga pemulasaran jenazah yang menangani pasien Covid 19 dari Rumah Sakit M Yunus (RSMY) Bengkulu, memberi batas waktu terkait uang insentif yang selama 7 bulan terakhir belum dibayar. Mereka minta akan segera dibayar pada akhir Februari 2021.
Salah seorang perwakilan Nakes Bengkulu, Saleh mengharapkan, kesepakatan soal insentif yang menjadi hak mereka dapat direalisasikan paling lambat akhir bulan depan dan harus dibayar full terhitung sejak Juni hingga Desember 2020 lalu.
“Hal ini tidak bakal terjadi, jika manajemen Rumah Sakit M. Yunus (RSMY) sejak awal mengusulkan pencairan insentif itu per-3 bulan. Tapi faktanya, malah mereka mengusulkan 6 bulan, dan tentu saja menuai penolakan dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Lanjut Saleh, mengenai tanggungjawab sebagai Nakes, selaku ASN tetap akan menjalankannya. Hanya saja untuk tugas di ruang isolasi Covid-19, sebelum insentif dicairkan, pihaknya sepakat belum menjalankan tugas dimaksud.
“Kita tunggu dulu pembayaran full insentif. Kita berharap jangan lagi sampai tertunda-tunda pembayarannya,” tegas Saleh.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi, Dempo Xler menyampaikan, ada beberapa kesepakatan dalam hearing, salah satunya terkait pembayaran insentif yang totalnya mencapai Rp 6,5 Miliar kepada para nakes yang menangani pasien Covid-19.
Sedangkan untuk pembayarannya, paling lambat dilakukan akhir bulan depan.
“Dana untuk insentif itu memang telah ditransfer pemerintah pusat sekitar Rp 3,3 miliar. Tapi menutupi kekurangannya agar pembayaran insentif itu lunas, kita minta menggunakan dana lain dulu, bersumber dari APBD yang tentunya dengan tidak melanggar aturan hukum. Kita bakal memberikan atensi terkait realisasi kesepakatan ini,” jelas politisi PAN ini.
Lebih jauh ditambahkan, kesepakatan lainnya agar nakes yang menuntut pembayaran insentif, jangan diberikan sanksi. Kemudian terkait tunjangan lauk-pauk, remunerasi, dan lainnya, agar RSMY membayar tepat waktu.
“Kita minta juga RSMY jangan lagi mengusulkan insentif per enam bulan. Hendaknya per-tiga bulan bisa usulkan,” pungkas Dempo.(ken)

Tulis Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini Lainnya

Kulit dan Tulang Harimau Dihargai Rp 80 Juta

DI SISI LAIN, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung…

Sindikat Pedagang Hewan Langka Diringkus

BENGKULU – Subdit Tipidter Direktorat Reskrimsus Polda Bengkulu Bersama Ditjen Gakkum Kementrian LHK RI, Balai…

,

Siapkan Alternatif Lahan Gedung Perpusda

BENGKULU SELATAN – Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Selatan untuk memiliki gedung Perpustakaan dan kearsipan…

Nyabu di Pesta Nikah, 7 Warga Ditangkap

PADANG GENTING – Masyarakat Desa Padang Genting, Kecamatan Seluma Selatan pada Minggu (20/6) sore, dihebohkan…

Perlindungan Hak Perempuan dan Anak Harus Dimulai dari Keluarga

BENGKULU – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, perlindungan hak-hak perempuan dan anak harus dimulai dan…

,

Sebelum Audit, Kejari Ekspose DD Cawang Ke Inspektorat

SELEBAR – Kejaksaan Negeri Seluma saat ini terus melakukan pengusutan kasus dugaan penyelewengan anggaran Dana…

Kapolres Pastikan Tertibkan Balap Liar

PEMATANG AUR – Maraknya aksi Balap Liar di wilayah perkantoran Pemkab Seluma, ke depannya akan…

Hujan Deras, Tapak Paderi Longsor

BENGKULU – Akibat hujan deras yang mengguyur Kota Bengkulu sejak malam kemarin (16/06) mengakibatkan pembatas…

3 Tiang Listrik Patah Diterjang Angin, Listrik Padam Semalam

AIR TERAS – Hujan deras, disertai angin kencang malam kemarin sekitar pukul 11.00 WIB. Menyebabkan…

10 Nakes Positif Covid 19 Tambahan 15 Kasus Baru

PEMATANG AUR – Kasus Covid-19 di Kabupaten Seluma kembali meledak. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan…