Senin, 8 Maret 2021

7 Bulan Tak Terima Insentif, Nakes Deadline Bulan Depan

Angkasanews.id-
Kamis, 28 Januari 2021 | 02:39WIB
1 menit baca
perwakilan nakes
16859678893602362891

BENGKULU – Para tenaga kesehatan (nakes) baik perawat dan tenaga pemulasaran jenazah yang menangani pasien Covid 19 dari Rumah Sakit M Yunus (RSMY) Bengkulu, memberi batas waktu terkait uang insentif yang selama 7 bulan terakhir belum dibayar. Mereka minta akan segera dibayar pada akhir Februari 2021.
Salah seorang perwakilan Nakes Bengkulu, Saleh mengharapkan, kesepakatan soal insentif yang menjadi hak mereka dapat direalisasikan paling lambat akhir bulan depan dan harus dibayar full terhitung sejak Juni hingga Desember 2020 lalu.
“Hal ini tidak bakal terjadi, jika manajemen Rumah Sakit M. Yunus (RSMY) sejak awal mengusulkan pencairan insentif itu per-3 bulan. Tapi faktanya, malah mereka mengusulkan 6 bulan, dan tentu saja menuai penolakan dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Lanjut Saleh, mengenai tanggungjawab sebagai Nakes, selaku ASN tetap akan menjalankannya. Hanya saja untuk tugas di ruang isolasi Covid-19, sebelum insentif dicairkan, pihaknya sepakat belum menjalankan tugas dimaksud.
“Kita tunggu dulu pembayaran full insentif. Kita berharap jangan lagi sampai tertunda-tunda pembayarannya,” tegas Saleh.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi, Dempo Xler menyampaikan, ada beberapa kesepakatan dalam hearing, salah satunya terkait pembayaran insentif yang totalnya mencapai Rp 6,5 Miliar kepada para nakes yang menangani pasien Covid-19.
Sedangkan untuk pembayarannya, paling lambat dilakukan akhir bulan depan.
“Dana untuk insentif itu memang telah ditransfer pemerintah pusat sekitar Rp 3,3 miliar. Tapi menutupi kekurangannya agar pembayaran insentif itu lunas, kita minta menggunakan dana lain dulu, bersumber dari APBD yang tentunya dengan tidak melanggar aturan hukum. Kita bakal memberikan atensi terkait realisasi kesepakatan ini,” jelas politisi PAN ini.
Lebih jauh ditambahkan, kesepakatan lainnya agar nakes yang menuntut pembayaran insentif, jangan diberikan sanksi. Kemudian terkait tunjangan lauk-pauk, remunerasi, dan lainnya, agar RSMY membayar tepat waktu.
“Kita minta juga RSMY jangan lagi mengusulkan insentif per enam bulan. Hendaknya per-tiga bulan bisa usulkan,” pungkas Dempo.(ken)

Tulis Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini Lainnya

Waspada, Ada Onum Catut Nama Wabup

BENGKULU – Hati hati dengan penipuan dengan mengatasnamakan pejabat. Terbaru ada oknum yang mencatut nama…

Agustus, Pelantikan Kades BS Serentak

BENGKULU SELATAN – Pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Bengkulu Selatan (BS) memastikan tahun ini…

Jonaidi SP Prioritaskan Jalan Kewenangan Provinsi

BENGKULU – Dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat Kabupaten Seluma, Jonaidi SP Anggota DPRD Provinsi Bengkulu…

Srie Rezki Jaring Asmara di Seluma

SELUMA – Masyarakat Kabupaten Seluma menyampaikan beberapa Aspirasi melalui Anggota DPRD Provinsi Bengkulu yakni Srie…

Kajari akan Lanjutkan Semua Kasus di Seluma

SELEBAR – Diketahui, jika ada beberapa kasus dugaan korupsi yang hingga saat ini masih dalam…

Diduga Ada SPJ Fiktif

Pada Kasus Dugaan Korupsi Anggaran BBM Dan Pemeliharaan Kendaraan Dinas SELEBAR – Dalam sidang terdakwa…

Bupati Seluma dan Bupati BS Bertransformasi Melalui Kolaborasi

BENGKULU SELATAN – Bupati Seluma, Erwin Octavian SE bersama pejabat Seluma hadir di Kabupaten Bengkulu…

Calon Jamaah Haji Wajib Vaksin Divaksin

BENGKULU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu saat ini sedang mempersiapkan rencana keberangkatan Calon Jamaah Haji…

,

Kebakaran Pagi Tadi, Hanguskan Gudang dan 10M3 Kayu

MUARA DAMAU – Kebakaran terjadi di gudang milik Rohan (68) warga Desa Muara Danau Kecamatan…

Diberi Uang, Remaja Digarap Tetangga

SELEBAR – Aksi pencabulan terhadap anak di bawah umur lagi-lagi kembali terjadi di Kabupatrn Seluma….