Sabtu, 6 Maret 2021

Proses Belajar Mengajar, Mulai Tatap Muka

Angkasanews.id-
Sabtu, 31 Oktober 2020 | 01:58WIB
2 menit baca
dewi coryati
16859678893602362891

BENGKULU – Provinsi Bengkulu tidak lagi menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) melalui sistem dalam jaringan (daring). Berkenaan dengan itu, Anggota Komisi X DPR RI Dewi Coryati mengimbau agar selalu mengutamakan unsur kesehatan dan keamanan, serta bisa berjalan efektif. Lanjut Dewi, Mengingat vaksin Covid-19 sendiri juga belum tersedia. “Faktor kesehatan dan keamanan tetap yang utama. Penerapan disiplin protokol kesehatan (prokes) di sekolah seperti, selalu memakai masker, menyediakan tempat cuci tangan atau handsanitizer dan pengaturan jarak, khususnya tempat duduk wajib dipatuhi dan dilaksanakan,” ungkap Dewi Coryati, Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Provinsi Bengkulu
Menurut Dewi, pentingnya memperhatikan unsur kesehatan dan keselamatan dalam sistem belajar mengajar tatap muka di tengah pandemi ini, agar penyebaran Covid 19 tidak sampai membludak kembali. Apalagi perkembangan kasus konfirmasi positif di Provinsi Bengkulu sampai saat ini, masih berfluktuatif. Demikian itu ia meminta, agar jajaran pendidik di sekolah, dapat mengatur dengan mempertimbangkan rasio jumlah peserta didik, dan juga jam pelajarannya tidak boleh lebih dari 2 jam, karena berada dalam ruangan tertutup.
“Tidak dipungkiri memang proses belajar tatap muka ini penting, karena pembelajaran itu bukan transfer ilmu, tapi pendidikan itu bagaimana mengajarkan dengan harus dicontohkan, terutama pada sekolah kejuruan. Tidak bagus memang, pelajaran praktek yang hanya dicontohkan saja tanpa ada praktek langsung. Jadi silakan pihak sekolah mengatur dengan tetap memperhatikan unsur kesehatan dan keselamatan anak didiknya,” ucapnya. Lanjut Dewi, Berbicara soal adanya vaksin yang nantinya akan diberikan kepada masyarakat termasuk peserta didik, mau tidak mau pemerintah harus memastikan dahulu aman, dengan melakukan uji coba beberapa kali. Artinya, vaksin Covid 19 yang di sebut-sebut mulai diluncurkan awal tahun depan oleh Pemerintah, tidak bisa langsung disuntikan kepada generasi penerus bangsa ini. “Kami dari legislatif juga belum tahu soal vaksin ini. Tapi informasinya masih tahap uji coba dulu. Silakan saja, karena adanya vaksin nanti harus benar-benar aman untuk anak-anak dan tidak sampai terpapar Covid 19 lagi,” demikian Dewi.(ken)

Tulis Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini Lainnya

Diduga Ada SPJ Fiktif

Pada Kasus Dugaan Korupsi Anggaran BBM Dan Pemeliharaan Kendaraan Dinas SELEBAR – Dalam sidang terdakwa…

Bupati Seluma dan Bupati BS Bertransformasi Melalui Kolaborasi

BENGKULU SELATAN – Bupati Seluma, Erwin Octavian SE bersama pejabat Seluma hadir di Kabupaten Bengkulu…

Calon Jamaah Haji Wajib Vaksin Divaksin

BENGKULU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu saat ini sedang mempersiapkan rencana keberangkatan Calon Jamaah Haji…

,

Kebakaran Pagi Tadi, Hanguskan Gudang dan 10M3 Kayu

MUARA DAMAU – Kebakaran terjadi di gudang milik Rohan (68) warga Desa Muara Danau Kecamatan…

Diberi Uang, Remaja Digarap Tetangga

SELEBAR – Aksi pencabulan terhadap anak di bawah umur lagi-lagi kembali terjadi di Kabupatrn Seluma….

Susun RKPD 2022, Bupati Sampaikan Proritas Unggulan

BENGKULU SELATAN – Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan melalui Badan Perencanaan Daerah (Bapeda-Litbang) mengelar forum…

Gubernur Temui Nelayan Tradisional

BENGKULU – Polemik antar nelayan tradisional dan nelayan trawl yang sempat adu ricuh, ditengahi Gubernur…

IGI Audensi dengan Bupati

PEMATANG AUR – Bupati Seluma Erwin Octavian, SE Selasa siang kemarin, menerima kunjungan Ketua Ikatan…

Tiga Pengemudi Mobil Terlibat Laka Beruntun

TALANG SALING – Kecelakaan Lalulintas (Lakalantas) beruntun terjadi di ruas jalan lintas Kabupaten Seluma, tepatnya…

Okti Sebut Disperindagkop Sepelekan DPRD

PEMATANG AUR – Tidak Tersedianya anggaran Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) di Dinas Perindagkop, harus…