Selasa, 22 Juni 2021

Akui Keliru, Potongan Sertifikasi Dikembalikan Disdik

Angkasanews.id-
Kamis, 5 November 2020 | 00:53WIB
1 menit baca
emzaili
16859678893602362891

 

PEMATANG AUR – Dinas Pendidikan akhirnya mengakui adanya kekeliruan terkait dengan pemotongan tunjangan sertifikasi guru untuk pembayaran iuran BPJS kesehatan di kabupaten Seluma. Kekeliruan itu karena adanya pemotongan tidak sesuai dengan ketentuan Sesuai Perpres nomor 75 Tahun 2019, setiap pekerja penerima upah ada kewajiban iuran JKN sebesar 1 persen dari gaji, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, tunjangan profesi dan tambahan perbaikan penghasilan bagi pegawai. Kepala Dinas Pendidikan Emzaili Hambali M. Pd mengatakan bahwa, pihaknya saat ini sedang mencoba menyelesaikan permasalah tersebut. Karena sebelumnya memang terjadi kekeliruan pemotongan. Bukan unsur kesengajaan, sebab anggarannya itu masuk ke kas negara, bukan ke rekening dinas. “Kami sudah telusuri itu, hari ini (kemarin) tim dari dinas berkoordinasi ke KPPN Manna untuk berkonsultasi,” kata Emzaili kepada wartawan, kemarin.

Menurutnya, kelebihan pemotongan tersebut sebesar Rp 742 juta lebih. Anggaran tersebut masih tersedia di rekening kas negara. Sehingga, pihaknya masih akan berusaha bagaimana agar anggaran tersebut dapat ditarik kembali dan diserahkan kepada guru penerima sertifikasi sebelumnya. “Kami akui, memang ada kekeliruan di pemotongan. Makanya kami berusaha untuk melakukan penarikan untuk diberikan kembali kepada yang berhak menerimanya,” ucapnya.

Sebelumnya, mantan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Seluma Suarto S.Pd menyampaikan keluhan banyak dewan guru masalah pemotongan sertifikasi untuk pembayaran BPJS kesehatan. PGRI sudah mengikuti sosialisasi bersama BPJS masalah pemotongan 1 persen dari gaji pokok tersebut. Hanya saja, pemotongan yang dilakukan pihak dinas lebih dari satu persen per bulannya. Padahal, sesuai Perpres nomor 75 Tahun 2019, setiap pekerja penerima upah ada kewajiban iuran JKN sebesar 1% dari gaji, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, tunjangan profesi dan tambahan perbaikan penghasilan bagi pegawai. Untuk guru sertifikasi, pemotongan dilakukan melalui anggaran sertifikasi yaitu 1 persen setiap bulan. “Potongannya variatif, ada yang Rp 900 ribu hingga Rp 1,2 juta,” tukas Suarto. (ndi)

Tulis Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini Lainnya

Kulit dan Tulang Harimau Dihargai Rp 80 Juta

DI SISI LAIN, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung…

Sindikat Pedagang Hewan Langka Diringkus

BENGKULU – Subdit Tipidter Direktorat Reskrimsus Polda Bengkulu Bersama Ditjen Gakkum Kementrian LHK RI, Balai…

,

Siapkan Alternatif Lahan Gedung Perpusda

BENGKULU SELATAN – Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Selatan untuk memiliki gedung Perpustakaan dan kearsipan…

Nyabu di Pesta Nikah, 7 Warga Ditangkap

PADANG GENTING – Masyarakat Desa Padang Genting, Kecamatan Seluma Selatan pada Minggu (20/6) sore, dihebohkan…

Perlindungan Hak Perempuan dan Anak Harus Dimulai dari Keluarga

BENGKULU – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, perlindungan hak-hak perempuan dan anak harus dimulai dan…

,

Sebelum Audit, Kejari Ekspose DD Cawang Ke Inspektorat

SELEBAR – Kejaksaan Negeri Seluma saat ini terus melakukan pengusutan kasus dugaan penyelewengan anggaran Dana…

Kapolres Pastikan Tertibkan Balap Liar

PEMATANG AUR – Maraknya aksi Balap Liar di wilayah perkantoran Pemkab Seluma, ke depannya akan…

Hujan Deras, Tapak Paderi Longsor

BENGKULU – Akibat hujan deras yang mengguyur Kota Bengkulu sejak malam kemarin (16/06) mengakibatkan pembatas…

3 Tiang Listrik Patah Diterjang Angin, Listrik Padam Semalam

AIR TERAS – Hujan deras, disertai angin kencang malam kemarin sekitar pukul 11.00 WIB. Menyebabkan…

10 Nakes Positif Covid 19 Tambahan 15 Kasus Baru

PEMATANG AUR – Kasus Covid-19 di Kabupaten Seluma kembali meledak. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan…