Kamis, 15 April 2021

Dinilai Tak Senonoh, Lurah Padang Rambun Didenda Rp 50 Juta

Angkasanews.id-
Rabu, 7 April 2021 | 02:10WIB
2 menit baca
sidang adat di Padang Rambun
16859678893602362891

PADANG RAMBUN – Masih ingatkah kasus dugaan pelecehan seksual yang diduga telah dilakukan oleh oknum Lurah Padang Rambun, Kecamatan Seluma Selatan. Yakni diketahui berinisialkan ST, akhirnya berujung sidang adat. Dugaan pelecehan diduga dilakukan oleh oknum Lurah tehadap lima orang warga setempat. Dari pantauan Radar Seluma di lokasi pada saat sidang adat yang telah dilaksanakan pada Selasa (6/4) siang, sekitar pukul 11.00 WIB. Di kantor Lurah Padang Rambun. Sempat berlangsung alot. Terlebih lagi pada saat para korban yang diketahui berinisialkan EL, EA, MF, ML dan JM, mengutarakan pengakuannya di hadapan forum rapat (Sidang Adat). Walaupun sebelumnya oknum lurah sempat terlebih dahulu menyampaikan pendapat atas tuduhan tersebut. Serta tak mengakui atas perbuatan yang diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap para korban. Membuat para korban geram dan akhirnya menyampaikan pengakuannya bahwa mereka telah dilecehkan oleh oknum lurah. “Bahkan saya salah satu korbannya pak. Dia berani bersumpah diatas Al-Quran katanya pak. Dia itu seharusnya pengayom masyarakat pak. Pada saat saya dilecehkan, saya bilang kalau dia itu bapak kami. Dia mengaku bapak tetapi tingkah lakunya tidak demikian,” sampai salah satu korban saat menyampaikan pengakuannya di hadapan sidang.
Menurut para korban, jika oknum lurah tersebut melakukan aksi pelecehan dengan memegang paha, bahkan memegang bagian sensitif korban di bagian dada. Serta beberapa korban lainnya juga mengatakan jika oknum lurah tersebut juga sempat memperlihatkan alat vitalnya kepada korban. Tidak hanya kaum Ibu Rumah Tangga (IRT) saja yang menjadi korban. Melainkan seorang janda dan juga pegawai honorer kantor lurah sendiri juga telah menjadi korban oknum lurah. Dengan pernah dikirimkan video tidak senonoh melalui media sosial (Medsos) milik oknum lurah kepada korban. “Harga diri saya itu diinjak-injak oleh bapak. Apakah bapak pantas mengeluarkan kemaluan bapak kepada saya. Mentang-mentang bapak pejabat, bapak sewenang-wenagnya kayak gitu,” terang salah satu korban lainnya.
Mendengar pengakuan para korban, membuat suasana sidang menjadi alot. Oknum lurah pun terlihat tak bekutik saat para korban menyampaikan pengakuannya dalam sidang adat. Sidang sendiri dilaksanakan oleh Badan Musyawarah Adat (BMA) dan dihadiri Camat Seluma Selatan, Irzan Hendarsah, SE, Ketua BMA Padang Rambun, M Muhtar Aziz, Oknum Lurah, para korban dan juga masyarakat setempat.
Akhirnya, oknum lurah tersebut dikenakan denda adat sebesar Rp 50 juta atas perbuatan yang telah dilakukannya. Adapun denda adat tersebut dengan rincian yakni. Rp 25 juta untuk ke lima korban. Sedangkan Rp 20 juta untuk cuci kampung dan Rp 5 juta untuk kas BMA Padang Rambun. Denda adat tersebut disanggupi oleh oknum lurah. Hanya saja oknum lurah meminta limit waktu selama empat hari untuk memenuhi denda adat tersebut. “Sudah tiga kali ini pertemuan secara adat pada hari ini sekesai tuntas. Jadi tuntutan terakhir pada Jumat yang lalu salah satu warga meminta oknum lurah mengakui atas perbuatannya, itu sudah dilakukan. Kedua harus membayar denda adat dan denda atas permintaan dari korban, sejumlah Rp 50 juta. Rinciannya yang pertama membayar cuci kampung RP 20 juta, membayar adat BMA Rp 5 juta dan membayar permintaan lima orang korban Rp 25 juta. Beliau minta tempo 4 hari. Pada tanggal 11 April akan dilaksanakannya cuci kampung,” pungkas Camat Seluma Selatan, Irzan Hendarsah, SE saat dikonfirmasi Radar Seluma.(ctr)

Tulis Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini Lainnya

,

Ratusan Bumdes Mati Suri

PEMATANG AUR – Berbicara terkait dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berada di wilayah…

Pejabatnya Covid-19, DLH Ditutup Sementara

PEMATANG AUR – Berdasarkan izin yang dikeluarkan oleh Ketua Satgas Covid-19 Seluma, untuk mempermudah melakukan…

Bahas Tabat, DPRD Seluma Datangi DPRD BS

BENGKU SELATAN – Tapal batas Seluma dan Kabupaten Bengkulu Selatan, telah final dengan keluarnya keputusan…

Diduga Mabuk, Plt Kadis Dukcapil Kota Dicopot

BENGKULU – Asisten III Setda Kota Bengkulu M Husni ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala…

Kajari Tunggu Hasil Audit Fisik Ahli Gedung Dispendik

SELEBAR – Penanganan kasus dugaan korupsi pada rehab/perluasan gedung Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Seluma pada…

Sidang Mantan Sekwan, Tiga Kali Ditunda

SELEBAR – Sidang terhadap mantan Sekretaris dewan (Sekwan) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seluma,…

Aman Dikonsumsi, Daging Beredar di BS

BENGKULU SELATAN – Untuk memastikan daging yang beredar di Bengkulu Selatan (BS) layak dikonsumsi warga…

Terkait Covid, 56 Nakes Naik Pangkat

BENGKULU – Pemerintah provinsi Bengkulu memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat kepada tenaga kesehatan (Nakes), khususnya…

Dinas Ketahanan Pangan BS Temukan Bahan Pengawet di Makanan

BENGKULU SELATAN – Dinas Ketahanan Pangan Bengkulu Selatan melakukan pengecekan keamanan pangan masyarakat menjelang bulan…

Komplotan Curnak Dengan Senpi Diduga Kembali Beraksi

LUBUK GILANG – Diduga komplotan Pencurian Ternak (Curnak) dengan menggunakan senjata api, kembali beraksi di…